Nyeput Naskah puspekerme mamiq. Upik
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Saya Haniam kembali akan menceritakan perjalanan saya mencari naskah kuno ke desa sasak sade Lombok tengah. Senin, 11 November 2019 setelah selesai mata kuliah analisis wacana saya dan teman -teman langsung berangkat, diiringi dengan teriknya matahari yang sangat menyengat tidak mengurungkan niat kami untuk mencari naskah kuno tersebut. Sesampainya kami disana kami berrtemu dengan pemandu disana yang memberi kami informasi bahwa tetua disana tidak bisa kami temui pada hari itu dikarenakan ada banyak acara disana.
Kamipun bingung dan mengeluh mau cari dimanalagi orang yang punya naskah kuno tersebut, kami mencoba menghubungi teman kami yang bernama nunung yang kebetulan sudah pergi mencari naskah kuno kami diberi nomer hp mamiq upik beliau yang mempunyai nasah kuno, tampa membuang-buang waktu kamipun langsung menghubungi mamiq upik untuk mengkonfirmasi apakah beliau bisa kami temui atau tidak, Alhamdullila beliau sagat baik dan beliau langsung saja menyuruh kami kerumahnya yang berada di Dusun Sulin, Desa Labulia kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB.
Sesampainya kami di rumah Mamiq Upik, kami disambut dengan ramah oleh beliau dan di ceritakan tentang nama-nama naskah kuno, cara penulisan naskah kuno, daun lontar dan bambu untuk menulis, kemudian menjelaskan naskah-naskah apa yang beliau miliki. Mamiq upik mulai menekuni naskah kuno sejak tahun 2017 dan muali membacanya karena Naskah yang turun temurun dari buyutnya yang kurang lebih berusia 400 tahun.
Ada 8 takepan yang Mamiq Upik miliki yaitu:
1. Rengganis
2. Puspekerme yaitu, digunakan saat akan menanam padi.
3. Ajar Wali (gerude pakoq), yaitu takepan khusus untuk pengobatan orang bisu.
4. Markum, yaitu digunakan khusus untuk pengajian menggali harekat, syariat dan ma’rifat.
5. Purwe dak sirne, yaitu takepan yang berisi perjalanan hidup setelah mati.
6. Joharsyah, yaitu takepan yang digunakan saat syukuran rumah.
7. Khayatnur/nabi paras, yaitu takepan yang digunakan saat cukur rambut untuk anak kecil.
8. Jati sware, yaitu takepan yang berisi tentang persiapan perjalanan diri bagi orang yang mau bepergian jauh.

Mamiq Upik menceritakan isi dari Takepan Puspekerme yakni takepan yang meceritakan tentang putra raja yang sangat disayang oleh kedua orang tuanya sehingga dibuatkan teman bermain yakni merak kencane dan ikan kencane. Dinamakan Puspekerme, puspe artinya kembang, karme artinya ganjaran bagi orang-orang yang berbuat kebaikan akan mendapat hal yang bagus.
Yang dikisahkan dalam takepan puspekerme adalah kisah datu yang bernama datu puspekerme dan mempunyai seorang putra yang berumur 4 tahun. Saking sayangnya karena merupakan anak satu-satunya datu membuatkan teman bermain berupa ikan emas dan merak emas yang bisa terbang untuk sang putra, mereka mendapatkan kabar di Negara Baital Mukedas yang mempunyai oarng yang bisa memandikan ikan menggunakan emas yang dapat langsung hidup, dan orang yang bisa memandikan merak emas yang bisa terbang di desa Baital Makmur.
Nyeput (beragem) adalah teradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat sasak untuk membaca hasil garis tangan seseorang, yang mirip-mirip bermain kartu Tarot dengan seorang peramal, akan tetapi yang digunakan untuk meramal adalah naskah kuno, Naskah yang pada dasarnya digunakan sebagai panutan oleh sebagian masyarakat sasak. Nyeput bukan sekedar ramalan semata, akan tetapi itu lah pilihan yang dipilih secara tidak sadar yang bisa berisi cobaan yang akan dating dan masa depan, bisa mengenai keperibadian, masa lalu dan petuah-petuah.
Setelah itu saya langsung disuruh menutup mata dan menenangkan diri meniatkan yang baik untuk kedepannya, kemudian saya disuruh untuk mengambil sehelai naskah kuno atau sehelai naskah kuno atau sehelai dan lontar yang bertuliskan aksara kawi, setelah saya menyeput naskah tersebut lalu mamiq upik membacakan hasil nyeput saya yang berisi tentang, “Semua yang diajak mencari raja, sebagian yang diajak mencari raja ada yang ke alas, ke gua, da nada yang ke gunung. Setiap hari diceritakan mencari Raja malah sampai tengah malam masih saja mencari raja, setiap hari setiap malam masih saja mencari raja tapi belum bisa ketemu malah sampai tiga hari semua rakyat ikut mencari Raja, seluas luas tempatnya mencari belum saja ketemu semua bingung karna sampai sekarang belum ada yang menemukan raja.dan perjalanannya pulang semua langsung ke paseban semua saling Tanya kemana raja, tidak ada yang tau kemana raja Sansean dan sudah sampai di keratonnya. Padahal yang dicari ada dikeratonnya”.
Artinya, didalam nyeputan saya masih bingung menentukan setelah lulus kuliah harus gimana apakah harus kerja, mau cari kerja dimana? Padahal yang dibingungkan sudah ada di depan mata yang menunggu, malahan yang ditunggu sudah ada tidak kemana-mana, intinya masih bingung mencari jati diri dimana saya lebih nyaman lebih cocok dengan dengan pekerjaan yang akan saya ambil besok begitupun dengan pasangan belum ada yang cocok hehe…
Oke guys mungkin sekilas Cuma itu yang bisa saya ceritakan tentang perjalanan saya mencari naskah kuno di kuripan Lombok Barat. Pelajaran yang saya dapatkan kali ini saya dapat mengetahwi nama-nama naskah kuno, sejarah dari naskah kuno, isi dari naskah kuno, karna beda-beda naskah beda-beda manpaat atau kegunaanya. S Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan menambah wawasan kita tentang peninggalan sejarah sasak Lombok hususnya Naskah kuno.
Terimakasih…
Wassalamualaikum..Wr…Wb…

Nyeput Naskah puspekerme mamiq.upik
Saya Haniam kembali akan menceritakan perjalanan saya mencari naskah kuno ke desa sasak sade Lombok tengah. Senin, 11 November 2019 setelah selesai mata kuliah analisis wacana saya dan teman -teman langsung berangkat, diiringi dengan teriknya matahari yang sangat menyengat tidak mengurungkan niat kami untuk mencari naskah kuno tersebut. Sesampainya kami disana kami berrtemu dengan pemandu disana yang memberi kami informasi bahwa tetua disana tidak bisa kami temui pada hari itu dikarenakan ada banyak acara disana.
Kamipun bingung dan mengeluh mau cari dimanalagi orang yang punya naskah kuno tersebut, kami mencoba menghubungi teman kami yang bernama nunung yang kebetulan sudah pergi mencari naskah kuno kami diberi nomer hp mamiq upik beliau yang mempunyai nasah kuno, tampa membuang-buang waktu kamipun langsung menghubungi mamiq upik untuk mengkonfirmasi apakah beliau bisa kami temui atau tidak, Alhamdullila beliau sagat baik dan beliau langsung saja menyuruh kami kerumahnya yang berada di Dusun Sulin, Desa Labulia kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB.
Sesampainya kami di rumah Mamiq Upik, kami disambut dengan ramah oleh beliau dan di ceritakan tentang nama-nama naskah kuno, cara penulisan naskah kuno, daun lontar dan bambu untuk menulis, kemudian menjelaskan naskah-naskah apa yang beliau miliki. Mamiq upik mulai menekuni naskah kuno sejak tahun 2017 dan muali membacanya karena Naskah yang turun temurun dari buyutnya yang kurang lebih berusia 400 tahun.
Ada 8 takepan yang Mamiq Upik miliki yaitu:
1. Rengganis
2. Puspekerme yaitu, digunakan saat akan menanam padi.
3. Ajar Wali (gerude pakoq), yaitu takepan khusus untuk pengobatan orang bisu.
4. Markum, yaitu digunakan khusus untuk pengajian menggali harekat, syariat dan ma’rifat.
5. Purwe dak sirne, yaitu takepan yang berisi perjalanan hidup setelah mati.
6. Joharsyah, yaitu takepan yang digunakan saat syukuran rumah.
7. Khayatnur/nabi paras, yaitu takepan yang digunakan saat cukur rambut untuk anak kecil.
8. Jati sware, yaitu takepan yang berisi tentang persiapan perjalanan diri bagi orang yang mau bepergian jauh.

Mamiq Upik menceritakan isi dari Takepan Puspekerme yakni takepan yang meceritakan tentang putra raja yang sangat disayang oleh kedua orang tuanya sehingga dibuatkan teman bermain yakni merak kencane dan ikan kencane. Dinamakan Puspekerme, puspe artinya kembang, karme artinya ganjaran bagi orang-orang yang berbuat kebaikan akan mendapat hal yang bagus.
Yang dikisahkan dalam takepan puspekerme adalah kisah datu yang bernama datu puspekerme dan mempunyai seorang putra yang berumur 4 tahun. Saking sayangnya karena merupakan anak satu-satunya datu membuatkan teman bermain berupa ikan emas dan merak emas yang bisa terbang untuk sang putra, mereka mendapatkan kabar di Negara Baital Mukedas yang mempunyai oarng yang bisa memandikan ikan menggunakan emas yang dapat langsung hidup, dan orang yang bisa memandikan merak emas yang bisa terbang di desa Baital Makmur.
Nyeput (beragem) adalah teradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat sasak untuk membaca hasil garis tangan seseorang, yang mirip-mirip bermain kartu Tarot dengan seorang peramal, akan tetapi yang digunakan untuk meramal adalah naskah kuno, Naskah yang pada dasarnya digunakan sebagai panutan oleh sebagian masyarakat sasak. Nyeput bukan sekedar ramalan semata, akan tetapi itu lah pilihan yang dipilih secara tidak sadar yang bisa berisi cobaan yang akan dating dan masa depan, bisa mengenai keperibadian, masa lalu dan petuah-petuah.
Setelah itu saya langsung disuruh menutup mata dan menenangkan diri meniatkan yang baik untuk kedepannya, kemudian saya disuruh untuk mengambil sehelai naskah kuno atau sehelai naskah kuno atau sehelai dan lontar yang bertuliskan aksara kawi, setelah saya menyeput naskah tersebut lalu mamiq upik membacakan hasil nyeput saya yang berisi tentang, “Semua yang diajak mencari raja, sebagian yang diajak mencari raja ada yang ke alas, ke gua, da nada yang ke gunung. Setiap hari diceritakan mencari Raja malah sampai tengah malam masih saja mencari raja, setiap hari setiap malam masih saja mencari raja tapi belum bisa ketemu malah sampai tiga hari semua rakyat ikut mencari Raja, seluas luas tempatnya mencari belum saja ketemu semua bingung karna sampai sekarang belum ada yang menemukan raja.dan perjalanannya pulang semua langsung ke paseban semua saling Tanya kemana raja, tidak ada yang tau kemana raja Sansean dan sudah sampai di keratonnya. Padahal yang dicari ada dikeratonnya”.
Artinya, didalam nyeputan saya masih bingung menentukan setelah lulus kuliah harus gimana apakah harus kerja, mau cari kerja dimana? Padahal yang dibingungkan sudah ada di depan mata yang menunggu, malahan yang ditunggu sudah ada tidak kemana-mana, intinya masih bingung mencari jati diri dimana saya lebih nyaman lebih cocok dengan dengan pekerjaan yang akan saya ambil besok begitupun dengan pasangan belum ada yang cocok hehe…

Oke guys mungkin sekilas Cuma itu yang bisa saya ceritakan tentang perjalanan saya mencari naskah kuno di kuripan Lombok Barat. Pelajaran yang saya dapatkan kali ini saya dapat mengetahwi nama-nama naskah kuno, sejarah dari naskah kuno, isi dari naskah kuno, karna beda-beda naskah beda-beda manpaat atau kegunaanya. S Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan menambah wawasan kita tentang peninggalan sejarah sasak Lombok hususnya Naskah kuno.
Terimakasih…
Wassalamualaikum..Wr…Wb…

Nyeput Naskah puspekerme mamiq.upik
Mantap jiwoooo
ReplyDeleteGood idea
ReplyDeleteMenarik untuk dibaca dan sgt menambah wawasan π
ReplyDeleteGood joob berother
ReplyDeleteSangat membantu, dan menambah pengalaman ππ
ReplyDeleteMantep teteh Ni'am .. hehehe
ReplyDeleteBermanfaat, yg sebelumnya dak tau jadi tau
ReplyDeleteKeren kak
ReplyDeleteBermanfaat keren ❣️
ReplyDeleteBagus bangettt
ReplyDeleteSelamat pagi, utk penulis trima kasih sy ucapkn krna telah mngangkt tema ini utk d perbincangkn k ranah public, mgkin sy adlh satu diantara sekian bnyak masyarakat asli suku sasak yg blm tau tntang kisah ini, tpi setelh anda mmprbincangkn tema ini, ini dpt mnambah wawasn sy mngenai ssuatu yg blm sy ketahui dri suku sy sndri. Namun, sebaiknya kisah ini anda ceritakn lbh mndetail lgi n lbh mndlm lgi agr dpt 'mengupas' sisi² lain dri suku sasak yg dkenal olh bnyak org. Ganbatteππ
ReplyDeleteBagus sekali
ReplyDelete